PENYULUHAN KESEHATAN: EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DALAM PENCEGAHAN SEKS PRANIKAH DI SMA NEGERI 1 NGEMPLAK BOYOLALI
Abstract
Kesehatan reproduksi merupakan kondisi yang meliputi aspek fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem dan fungsi reproduksi baik pada laki-laki maupun perempuan. Remaja, yang berada dalam rentang usia 11 hingga 18 tahun, mengalami transisi signifikan dalam perubahan fisik dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali. Metode yang digunakan meliputi pemberian pre-test dan post- test melalui Google Form untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan setelah kegiatan edukasi mengenai "Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Pencegahan Seks Pranikah". Data diperoleh dari 528 responden, terdiri dari 151 laki-laki (28,60%) dan 377 perempuan (71,40%), dengan rata-rata umur 16,59 tahun. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 68,52, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 82,10, dengan perbedaan 13,58 dan p-value <0,001. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan. Penelitian ini merekomendasikan pelaksanaan program pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif untuk meningkatkan pengetahuan siswa dan mengurangi risiko perilaku berisiko di masa depan.
Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, remaja, Pendidikan